Kenali Gejala Hernia Inguinalis
Kesehatan

Kenali Gejala Hernia Inguinalis

Turun berok atau dalam bahasa medis hernia inguinalis merupakan gejala timbul tonjolan yang membesar atau timbul di daerah inguinal. Tonjolan ini sangat sakit. Sangat terasa sekali mengangkat benda berat, membungkuk, dan batuk. Hal ini disebabkan karena jaringan luak bagian dari membran omentum atau usus yang melewati titik pada otot perut bagian bawah dan berada di kanalis inguinalis. penyakit ini berbahaya jika tidak segera ditangani. Bahkan dalam  beberapa kasus, dapat mengancam jiwa jika diabaikan. Lakukanlah pemeriksaan sedeini mungkin, jangan sampai kamu tidak menanganinya dengan serius. Segeralah ke dokter. Jika mengalami maka, kamu harus tahu gejala hernia inguinalis. Berikut adalah penjelasannya:

  • Amati Fisik Kamu

Dilansir dari honestdocs.id, penyakit ini dapat diamati secara fisik. Di sekitar lipat paha, timbul tonjolan yang dirasakan sakit. Tonjolan ini membuat tidak nyaman saat membungkuk, mengangkat beban berat, dan batuk. Terkadang juga sekitaran testis pada laki-laki mengalami pembengkakan yang timbul rasa sakit. Hal itu dikarennakan usus yang menonjol masuk ke skrotum.Ini yang dinamakan turun berok. Tonjolan itu saat tidur dapat didorong kembali ke dalam perut. Namun, biasanya tidak bisa, maka hal ini harus segera mendapatkan penanganan oleh dokter. Itu adalah gejala-gejala umum yang dapat diamati secara langsung.

  • Hernia Tidak Dapat Masuk

Lebih kanjut dari poin pertama, jika hernia tidak dapat didorong masuk, cincin usus terjepit. ini yang dinamakan dengan hernia inkarserata. Jika demikian pembuluh darah terhambat dan membuat usus yang menonjol tadi jaringannya mati. Untuk mengatasi ini, perlu dilakukan bedah atau operasi medis prosedural agar hernia dapat fungsikan kembali dan melancarakan suplai darah yang terhambat. Tanda lebih lanjut dapat kamu kenali yang biasanya timbul nyeri mendadak, tonjolan menjadi lebih gelap dari kulit sekitarnya bisa berwarna merah atau ungu. Selain itu, gejalanya adalah merasa mual maupun hingga muntah, denyut nadi cepat, dan mengalami demam tinggi.

  • Pahami penyebab Hernia Inguinalis

Penyebab dari datangnya penyakit ini cukup kompleks. Yang pertama adalah jenis kelamin. Laki-laki cenderung lebih berpotensi. Bahkan anak-anak dan bayi laki-laki juga bisa terserang. Selain itu, ibu hamil juga dapat terserang. Saat hamil, tekanan bagian perut dan melemahnya otot perut dapat menjadi akar permasalahan timbulnya penyakit hernia inguinalis. Hal serupa juga dapat terjadi karena kelebihan berat badan, ini juga dapat menyebabkan tekanan berlebih di bagian perut. Faktor pekerjaan juga berpengaruh. jika terlalu lama berdiri atau banyak melakukan angkat beban dapat terserang penyakit ini. namun tidak hanya timbul dari kebiasaan. Penyakit juga dapat terjadi karena faktor keturunan. Jika anggota keluarga ada yang mengalami turun berok, kemungkinan ini juga dapat berpengaruh pada anggota keluarga yang lain.

  • Penanganan Hernia Inguinalis

Penanganan yang paling tepat adalah dengan cara operasi. Melalui operasi, tonjolan dapat didorong kembali sesuai tempat asalnya di perut. Dinding abdomen juga dapat dikuatkan kembali. Apalgi jika penyakit ini terjadi disertai komplikasi maka jalan terbaiknya adalah dengan melakukan operasi. Terlebih dahulu, mintalah saran dari dokter yang memahami kondisi. Komplikasi yang dimaksud tadi adalah timbul inguinalis obstruksi. Yaitu usus terjepit di inguinalis dan membuat seseorang muntah, sakit perut, dan tentunya terdapat tonjolan di selangkakangan. Penyakit lain yang dapat timbul adalah hernia inkaserata. yaitu usus terjepit yang mengakibatkan pasokan darah berhenti. Mengingat darah merupakan bagian penting dari tubuh, maka operasi adalah jalan yang tepat ditempuh untuk memastikan nyawa seseorang aman karena darah dapat mengalir semestinya.

Penjelasan lebih dalam dan gejala hernia inguinalis diatas dapat kamu jadikan referensi dalam menganalisis penyakit. Lakukanlah tindakan paling efektif jika mengetahui tanda-tanda tersebut. segeralah untuk berkonsultasi ke dokter. Sekian artikel ini semoga bermanfaat!

Sumber: Alodokter.com